Foto: Getty Images
WASHINGTON – Presiden Barack Obama memperingatkan warganya bahwa Amerika Serikat tengah menghadapi ancaman cyber yang serius. Oleh karena itu, ia meminta para legislator mengambil tindakan untuk mengendalikan fasilitas penting seperti kereta api dan pipa gas.
Dilansir ItProPortal, Selasa (24/7/2012), ancaman cyber untuk AS ialah salah satu tantangan paling serius yang dapat mengganggu keamanan nasional dan ekonomi, tutur Presiden kulit hitam pertama AS tersebut.
Meskipun sampai saat ini hacker belum berhasil merusak dan menggangu fasilitas penting AS, Obama pun menyoroti mungkin jika serangan itu dilancarkan akan menimbulkan beberapa konsekuensi.
"Melumpuhkan sistem perbankan misalnya dapat memicu krisis keuangannya. Selain pelumpuhan fasilitas listrik dapat menyebabkan pasokan listrik kita terganggu," sambung Obama.
Dengan demikian, Obama mendesak kongres untuk menyetujui RUU cybersecurity yang saat ini masih digodok. Disisi lain, ironisnya AS diduga berada dibalik serangan virus Flame yang menargetkan sejumlah komputer di kawasan Timur Tengah. Dengan serangan tersebut bisa saja para spionasi dapat mengendalikan komputer yang terinfeksi dengan motif tertentu dari jarak jauh.
(fmh)
0 komentar:
Posting Komentar